Kewajiban Haji Bagi Umat Islam Yang Telah Mampu

Haji merupakan ibadah yang termasuk kepada rukun Islam kelima dan dilaksanakan jika sudah mampu. Dilansir dari IslamExplored.org ada beberapa kriteria dalam Islam yang dimaksudkan dengan mampu bukan hanya mampu secara finansila saja, tapi mampu dalam tiga aspek. Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi menjelaskan bahwa mampu yang pertama adalah mampu dalam hal kesehatan.

Bahkan ada salah satu hadist yang menyatakan bahwa orang tua sahabat Nabi memiliki kewajiban untuk menunaikan haji karena mampu secara finansial. Tapi orang tuanya tersebut telah tua dan tidak mampu menaiki kendaraan apapun, maka Nabi Muhammad Shalalahu ‘Alaihi Wassalam memerintahkan sahabat tersebut untuk menunaikan haji atas nama orang tuanya. Dari sini dapat dipahami bahwa syarat orang Islam untuk berangkat menunaikan haji adalah dia mampu secara fisik untuk melakukan perjalanan menuju ke Makkah. Jika dia tidak mampu secara fisik dan hanya mampu secara finansial, maka kewajibannya tersebut bisa diwakilkan oleh orang lain atas nama orang tesebut.

Selanjutnya makna mampu adalah memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan perjalanan haji untuk pulang dan pergi. Selain itu kita juga tetap diwajibkan untuk memiliki bekal untuk kebutuhan orang-orang yang wajib kita nafkahi. Lalu ketiga adalah mampu dalam artian terjaminnya keamanan seseorang selama perjalanan menuju ke Makkah. Islam sangat menjaga dan mengutamakan keselamatan setiap Hamba Allah dalam hal ibadah. Oleh karena itu bukan menjadi sebuah kewajiban jika memang selama perjalanan menunaikan haji menuju ke makkah dalam kondisi yang tidak aman atau dalam bahaya.

Bagi kita yang ingin berhaji, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan seperti jika memiliki hutang maka hutang tersebut diutamakan dibayar terlebih dahulu. Jika tidak maka harus meminta ijin kepada pemberi hutang bahwa akan melaksanakan haji. Kita juga harus menuliskan wasiat kepada anak-anak kita yang berisi harta-harta kita yang ada pada orang lain dan juga hutang-hutang kita yang harus dibayarkan. Ini bertujuan untuk mengantisipasi jika kita meninggal dunia selama menunaikan haji. (sumber : IslamExplored.org)

Selain itu terus berdoa dan meminta kepada Allah mengenai keinginannya menunaikan ibadah haji. Jika berangkat haji maka kita juga harus sudah menyiapkan buku-buku mengenai ibadah haji. Sehingga kita bisa berpedoman pada buku tersebut tanpa harus bingung.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *