Galakkan Mitigasi untuk Negeri

Berdasarkan hasil pengumpulan data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah ada total sekitar 2.265 bencana alam hingga saat ini, baik bencana alam maupun buatan manusia. .

Berdasarkan data yang diperoleh, penyebab paling umum dari bencana alam pada tahun 2019 adalah bencana angin puyuh dengan total 741 kejadian. Data termasuk dari 1 Januari 2019 hingga 31 Oktober 2019.

BNPB saat ini sedang mempersiapkan aplikasi yang disebut Inarisk sebagai peringatan cepat kepada publik tentang bencana. Karena tahun ini ramalan bencana sangat tinggi, sekitar 2500 bencana. Itu sebabnya dianggap perlu untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi.

Mitigasi di Indonesia perlu ditingkatkan, karena ada begitu banyak bencana alam dan buatan saat ini yang disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Obatnya berharap bahwa semua masyarakat akan dapat meminimalkan risiko dan konsekuensi dari suatu bencana, seperti korban jiwa, kerugian finansial dan kerusakan sumber daya alam.

Dan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk mengatasi risiko dan konsekuensi bencana. Meskipun tujuan mitigasi pembatasan untuk pemerintah diharapkan memiliki pedoman dan referensi untuk melakukan perencanaan pembangunan di suatu tempat, sambil tetap mempertimbangkan ekosistem dan keseimbangan wilayah.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang manajemen bencana, remediasi berarti sejumlah upaya untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, baik melalui pengembangan infrastruktur dan melalui penciptaan kesadaran dan kapasitas untuk menangani bencana.

Proses mitigasi dapat secara luas dibagi menjadi beberapa tahap, termasuk: pertama, penilaian risiko bencana dan penilaian, pengakuan kerentanan kedua, penilaian dampak bencana ketiga, keempat, pemilihan respons bencana, kelima mengatur mekanisme bantuan bencana. dan keenam, yaitu pembagian tugas dan peran masing-masing agensi termasuk.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *