De Mata Trick Eye Museum Surabaya

Hilangkan efek angker, suram dan mistis saat membayangkan suasana museum, karena De Mata Trick Eye Museum Surabaya akan menghadirkan museum dengan nuansa berbeda, santai, fun, unik, menarik dan tidak membosankan.

Dikatakan travel Jember Surabaya siapapun yang datang ke sini dan dari usia berapa pun, asalkan tahu betapa menariknya gambar itu, pasti akan merasa seperti berada di museum.

De Mata Trick Eye Museum Surabaya memang menjadi daya tarik wisata fotografi yang bisa disamakan dengan studio foto raksasa dengan koleksi ratusan gambar tiga dimensi yang memberikan kesan nyata saat dituangkan ke dalam foto.

Gambar-gambar yang ditampilkan juga dilengkapi dengan teknologi AR (Augmented Reality) yang dapat diunduh ke Playstore melalui smartphone, menjadikan foto yang diambil di museum ini tampak nyata.

Kehadiran De Mata Trick Eye Museum sebenarnya berfungsi untuk memanjakan mereka yang gemar berfoto selfie dengan background benda-benda unik.

Melalui gambar-gambar yang ditampilkan, pengunjung dapat berfoto seperti sedang berada di luar negeri, di tempat yang ekstrim, berfoto selfie dengan orang-orang terkenal atau tokoh kartun, berpose di tempat anti gravitasi dan lain sebagainya.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna media sosial dan tren “show pictures” di berbagai situs jejaring sosial.

Apalagi oleh mereka yang masih belia, membuat De Mata Trick Eye Museum semakin dibanjiri pengunjung. Hal inilah yang membuat pengelola merasa perlu melakukan kunjungan serupa di berbagai tempat.

Setelah sukses melayani masyarakat Semarang Jawa Tengah, De Mata Trick Eye Museum juga hadir di Jogja yang berlokasi di XT Square, JL. Veteran 150-151, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Museum jenis ini didirikan di Tangerang untuk melayani masyarakat Jakarta, Bandung dan sekitarnya.

Kemudian ke Kota Jambi, untuk memfasilitasi para narsisis di daerah tersebut, dan membuka Museum Trik Mata De Mata Sby untuk memanjakan gaya masyarakat Jawa Timur di depan kamera.

Didirikan di Yogyakarta oleh Petrus FX Kusuma pada 22 Desember 2013, De Mata Trick Eye Museum langsung menarik wisatawan.

Pasalnya, konsep pariwisata yang dilakukan berbeda dan merupakan satu-satunya daya tarik wisata wisata di Indonesia.

Selain itu, letak museum ini sangat strategis karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan bus ke TransJogja jika naik dari Malioboro.

Museum yang awalnya memiliki koleksi 200 gambar 3D ini dikembangkan hanya dalam waktu satu tahun dengan membuka De Mata 2 yang mengumpulkan 50 gambar 3D plus wahana 4D dan ilusi cermin.

Dengan wahana yang tersedia, pengunjung bisa berfoto dengan berbagai ukuran dengan background gondola di pegunungan Alpen.

Kemudian kastil-kastil di Belanda dan di berbagai tempat lain di dunia, seperti di Korea, Jepang, Mesir dan lainnya.

Ada pula kostum yang sesuai dengan latar foto dan ruang belajar yang dilengkapi dengan teknologi layar hijau.

Tak menunggu lama, De Mata melangkah maju dengan membuka tur 5 dimensi dengan koleksi sekitar 100 patung 5D karya seniman lokal Jogja.

Patung-patung tersebut terdiri dari berbagai macam tokoh, mulai dari tokoh dunia, pahlawan nasional, artis dan selebriti hingga tokoh kartun dan pahlawan.

Tidak puas dengan upaya pengembangan yang sedang berjalan, De Mata membuka Museum D’Walik Illusion Room pada 22 Juni 2021.

Kendaraan ini menawarkan 27 kamar tematik dengan bentuk yang unik, inovatif dan menakjubkan. Sebanyak 27 kamar diatur secara terbalik.

Beragam tema dihadirkan di kolom ini, seperti setting psikiatri rumah sakit, ruangan yang terlihat penuh dengan harta karun, studio musik dan masih banyak lagi tema lainnya yang membuat pengunjung berpose di luar kotak.

Beberapa pengembangan telah dilakukan yang membuat kawasan yang ditempati De Mata yang luasnya kurang lebih 2.500 meter persegi itu bahkan semakin luas.

Agar perjalanan wisata anda semakin nyaman tim travel Jember Surabaya selalu siap mengantar anda sampai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *